We Will Open The World

of businesses for you!

SURAT PENDAFTARAN PENANAMAN MODAL DARI BKPM

Diwajibkan bagi Penanam Modal Asing (PMA) dan dilakukan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Penanaman Modal di BKPM untuk mendapatkan Izin pendaftaran, yaitu Surat Persetujuan Pendaftaran Penanaman Modal. Surat Persetujuan Pendaftaran Penanaman Modal ini digunakan sebagai sarana melakukan pengecekan apakah bidang usaha yang akan dimasuki tidak masuk dalam daftar negatif investasi. Bagi Penanam Modal dalam Negeri (PMDN) tidak wajib melakukan pendaftaran penanaman modal kecuali jika diperlukan.

Pendaftaran Penanaman Modal oleh PMA dapat dilakukan sebelum atau sesudah dimilikinya Akte Notaris dan Pengesahan Badan Hukum Perusahaan dari Departemen hukum dan HAM. Namun setelah mendapatkan Izin Pendaftaran Penanaman Modal, harus segera ditindaklanjuti dengan pembuatan akte perusahaan dan Pengesahan Badan Hukum Perusahaan.

Jika Surat Pendaftaran Penanaman Modal ini tidak ditindaklanjuti dengan Akta  Pendirian Perusahaan dan SK Menteri Kehakiman, maka paling lambat dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak tanggal diterbitkan dinyatakan batal demi hukum, penanaman modal harus melakukan pendaftaran penanaman modal kembali ke BKPM.

Pembagian tugas dan wewenang pengurusan di antara anggota Direksi ditetapkan berdasarkan keputusa RUPS.

Isi yang tertuang dalam surat "Pendaftaran Penanaman Modal" :

  1. Nama Perusahaan 
  2. Nama para pemegang saham
  3. Prosentase nilai nominal modal saham masing-masing pemegang saham 
  4. kurs valuta asing untuk penyebutan modal saham dalam rupiah adalah yang berlaku pada tanggal pendaftaran 
  5. Alamat korespondensi 
  6. Lokasi proyek 
  7. Bidang Usaha dan no. KBLI yang dikeluarkan
  8. Rencana investasi termasuk : Modal tetap dan modal kerja 
  9. Luas tanah 
  10. Jumlah tenaga kerja Indonesia.
Copyrights © 2019 pt.ijintender.biz. All Rights Reserved.